Selain aktif di komunitas, Cholil
juga terlihat sering berkolaborasi dengan beberapa voulenteer yang bergerak di
bidang sosial kemanusiaan terkhusus untuk anak-anak Papua. Setelah menuntaskan
pendidikannya di Kota Sorong, Kholil, demikian panggilan akrabnya, meminang
seorang akhwat dan memboyongnya ke BIntuni. Ia ingin berjuang kembali di tanah
kelahirannya.
Pasca penetapan dirinya sebagai
ketua DPD PKS Bintuni periode 2021 – 2025, ia ingin segera bekerja mewujudkan
amanah musda.
“Harus segera gass pol kerja
Persipan Kemenangan PKS Teluk Bintuni 2024,” ungkap Cholil.
Menyoal usianya yang masih muda,
ia memberikan apresiasi kepada PKS yang telah membuka kesempatan kepada
milenial untuk terjun ke kancah politiik praktis.
“Dalam panggung perpolitikan
Indonesia, kita generasi milenial tidak boleh sekadar menjadi obyek politik.
Pikiran kita, ide kita, gagasan kita harus bergemuruh di panggung demokrasi
Indonesia, Lebih khusunya di Teluk
Bintuni,” lanjutnya.
Meskipun ia menyadari,
perjuangannya ke depan akan sangat berat mengingat terbatasnya kader yang bisa
diberdayakan.
“Perjuangan kami ke depan sangat
berat, jumlah kader yang dapat diberdayakan masih sangat minim tentu akan
berpengaruh pada capaian. Meski demikian, kami tetap akan melakukan upaya
maksimal dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat Teluk Bintuni,” terang
pengantin baru tersebut.
Putra Asli Suku Sebyar Bintuni
ini menegaskan bahwa partai memberikan
peluang kepada milenial untuk berkontribusi.
“Partai membuka peluang kepada
milenial untuk berpolitik praktis, pastilah bukan sekedar berorientasi pada
capaian kursi. Namun lebih dari itu, saya yakin ada proses edukasi. Nah, itu
saya dapatkan di PKS,” tutur pemuda yang memiliki hobi fotografi ini. [Ay]
Post a Comment