Meskipun dilaksanakan secara
daring tidak mengurangi kekhidmatan seluruh peserta menyimak paparan Muhammad
Kasuba.
“Alhamdulillah kita bisa
berbangga hari ini, menunjukkan partai kita adalah partai yang tidak
ketinggalan zaman. Benar kata preseiden kita, sekjen kita, likulli zamanin rijaluha, di setiap zaman pasti lahir figur-figur
pemimpin di setiap zamannya,” demikian Muhammad Kasuba membuka orasinya.
Iapun menambahkan penerus sesuai
dengan zaman ini harus tetap bersemangat. Semangat yang tetap berada dalam kaidah
kebijaksanaan.
“Sebagai penerus zaman ini semua
harus bersemangat. Dalam posisi apapun kita, peran apapun kita hari ini. Ada
atau tidak peran kita di struktur, nahnu
duat, kita semua adalah para dai. Tidak ada masa pensiunnya. Dai selalu
bergerak dan akan selalu bergerak di manapun ia berada, di posisi apapun juga,”
ucapnya tegas.
Selain itu, Kasuba juga berpesan
bahwa sebagai kader di Wilayah Indonesia Timur harus mengenal medan. Sehingga dapat
memberikan kebijakan yang dapat memberikan kemanfaatan kepada masyarakat di
Timur Indonesia.
“Di wilayah timur Indonesia kita
harus ma’rifatul maidan. Dimana itu
timur? Ada di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Kita memiliki 2 juta
km luas wilayah yang menjadi tantangan yang akan kita urusi. 30 % wilayah
Indonesia ada di bagian timur Indonesia. Untuk itu fahami dan identifikasi, dan
posisikan diri anda dimana anda sedang berada saat ini,” terangnya.
Karena itu BPW Intim telah
menggagas satu departemen khusus yang mengkaji secara khusus kawasan Papua,
bagaimana kebijakan spesifik yang harus diambil dan bisa diterapkan secara
spesifik di papua.
“Dalam hal ini BPW membuat
departemen pembinaan dan pengembangan wilayah khusus Papua. Nantinya akan
konsen pada pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat Papua itu sendiri,” Jelas
pria paruh baya tersebut.
Tidak lupa, Muhammad Kasuba
memberikan selamat atas dikukuhkannya pengurus DPTD se-Indonesia Timur. Ia pun
menekankan bahwa yang telah mengucap ikrar sumpah harus bersama-sama mengemban
tanggung jawab membina dan memimpin rakyat.
“Selamat sekali lagi. Kami atas nama BPW, wilda intim, sungguh merasa
bangga dan bahagia. Anda telah siap dan dikukuhkan. Baru saja mengucapkan
ikrar, berarti telah bersama kita di semua level kepemimpinan. Kami di BPW akan
mengambil tanggung jawab membina kepemimpinan di tingkat wilayah. Anda akan
bertanggung jawab atas kepemimpinan dan pembinaan di tingkat daerah
masing-masing,” ucapnya sebelum mengakhiri orasi. [Ay]
Post a Comment